Selasa, 07 Juli 2009

Daripada telat, ngojeg ajaaa...



04.30 "KRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiinnnnnnng." *alarm off ~lewat

04.30 "KRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiinnnnnnng." *alarm off ~lewat lagi

04.50 "KRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiinnnnnnng." *alarm off ~pura-pura ngga denger

05.00 "KRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiinnnnnnng." *alarm off ~bangun, trus tidur lagi

05.10 "KRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiinnnnnnng." *alarm off ~lewat

alarm udah ngga bunyi lagi.

05.30 "ANTIIIII...KAMU KERJA NGGAAAAA!!BANGUUUN!!CEPEET NANTI TELAAAT!!"

Saya langsung kaget terbangun mendengar ibu saya berteriak-teriak dari lantai bawah rumah saya. Langsung saya tengok jam di dinding yang telah menunjukkan pukul setengah enam pagi lewat 2 atau 3 menit.

~Sigap melompat dari tempat tidur dengan masih merasa pusing karena baru saja dibangun dengan teriakan yang mengagetkan.

dalam hati saya.."waduuuh..malaaaas..kalo bangun jam segini, setengah jam untuk mandi dan pake baju, 15 menit lagi untuk sarapan. masih sisa banyak waktu kok."

~langsung tiduran lagi..


06.10 saya terbangun lagi dan sudah segar. Dalam keadaan masih santai, saya menyalakan keran air di dalam kamar mandi. Setelah itu, saya menyiapkan pakaian yang akan saya kenakan ke kantor pagi ini. Mencari-cari kemeja biru langit dan rok biru tua yang biasanya tersusun rapi di dalam lemari.

"Grusuk..grusukk.." laaahh..ngga ada..

Sambil kebingungan saya mencari pasangan sejoli kemeja dan rok di kamar setrika. (biasanya kalo ngga di lemari, ya masih di kamar setrika)

"Grusuk..grusukk.." laaahh..ngga ada jugaaa..dimana dong??

Sambil menebak-nebak "pasti masih ditumpukan baju kering yang belum disetrika", saya mencari pasangan sejoli itu di penjuru kamar setrika..dan..ternyata benar, mereka saya temukan dalam keadaan mengenaskan dengan banyak kerutan dimana-mana karena belum sempat disetrika. (FYI, asisten rumah tangga saya sedang pulang kampung karena neneknya meninggal..denger-denger ngga balik-balik lagi..hiks..Dan keluarga saya pun meminta bantuan seorang buruh cuci harian, sebut saja Mawar).

Ohiya..saya baru ingat, mba Mawar kan udah ngga masuk dua hari belakangan ini..jadi, ngga ada yang setrikain baju-baju. Jadi, saya mengambil inisiatif menyetrika mereka sendiri. Setelah selesai menyetrika, saya kembali ke kamar dan meletakkan pakaian di atas tempat tidur dan selanjutnya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh kurang 2 atau 3 menit.

Panikk!! saya masuk kerja jam 8 pagi. dan sekarang sudah setengah tujuh, 30 menit berikutnya untuk mandi dan bersiap. 15 menit untuk sarapan dan lain-lain. Itu berarti.. Ah tenang..masih ada 45 menit sisa..hehe

Setelah mandi dan berpakaian, saya langsung bergegas menuju meja makan di lantai bawah rumah saya. ~makaaaan/sarapaaan

Selesai sarapan, saya berpamitan pergi ke kantor (saat itu pukul 7.15 lebih 2 atau 3 menit). tiba-tiba mbah/nenek saya bilang:
"Anti..kamu beliin mbah pulsa dulu ya di tempat naik mikrolet 35. Itu sudah buka."
"Iya mbah.." jawab saya mengiyakan.

Saya melangkahkan kaki keluar rumah menuju tempat naik mikrolet 35 sambil menyapa para tetangga yang telah beraktivitas termasuk para tukang ojeg.
"Loh..udah kerja dek! kok cepet banget kuliahnya?"
"Ngga Pak! Saya kerja praktek wajib dari kampus. Belum lulus kok."
~saya langsung berlalu menuju kios pulsa didekatnya.

"Tante, beli pulsa ya..elektrik aja..buat mbah saya.."
"Yaudah Anti, tulis aja di kertasnya ya.."
Sambil mengambil handphone, saya berbincang dengan tante penjual pulsa tersebut.

"Yaaah..HP saya kok mati..ngga hafal nomernya nih tante.."
"Coba diaktifin.."
Sambil memijit tombol on/off handphone, "ngga bisa tante..kenapa ya ini.."

Beberapa saat telah berlalu, akhirnya handphone saya pun menyala..saya lihat nomer mbah/nenek saya di phonebook lalu menuliskannya di kertas berwarna pink milik tante penjual pulsa..Selesailah tugas saya membelikan pulsa mbah/nenek.

---------

Saya kembali menuju tempat saya biasa naik mikrolet 35. Menunggu mikrolet 35 lamaaaaaaaaa banget.. beberapa saat berlalu, saya menengok jam tangan di tangan kiri saya yang menunjukkan pukul setengah delapan lebih sepuluh.

~dalam hati: "Wah..kalo naik angkot, ngga akan keburu nih..naik ojeg aja apa ya?"
Pikiran saya mulai membayangkan angkot yang selalu ngetem dan pastinya jalan yang macet akan mengantarkan saya pada keterlambatan..Akhirnya saya putuskan menggunakan jasa ojeg agar terbebas macet dan cepat sampai.

---------

Tiba sudah saya dan bapak ojeg di Gedung Rifa, jl Prof. Dr. Satrio. Pegaaaaaaaaal sekali ternyata naik motor dari rumah ke kantor..apalagi saya pake rok..jadi harus duduk menyamping yang membuat pinggang saya sakit.

"Berapa Pak?"
"Biasa aja.."
"Ngga pernah..gimana dong?"
"Biasanya sih saya anter orang 25ribu."

HHHHHaaaaaaaahhhhhh..25ribu..aduh..seharusnya tadi saya tawar menawar dulu sebelum naik ojegnya..hiks..yasudahlah..akhirnya saya memberikan uang 25ribu saya kepada Bapak Ojeg tersebut.

Sebenarnya, saya paling tidak suka naik motor dengan rambut tergerai dan menggunakan rok..Kenapa? Karena rambut saya pasti menjadi kusut dan kaku karena terkena angin (apalagi kalo motornya ngebut..udah kaya iklan motor bebek di TV..)
Dan alasan kenapa saya tidak suka naik motor saat menggunakan rok adalah..
1. takut rok saya terkibas angin
2. takut paha saya terlihat orang lain
3. harus duduk menyamping dengan kaki tertutup rapat dan membuat pegeeeeeeeeeeeeeel bagetttt..

Pelajaran buat saya..besok-besok, bangun pagi itu harus langsung mandi dan ngga tidur lagi..biar ngga telat dan ngga harus naik ojeg lagi..Ngga perlu duduk menyamping lagi dan ngga akan pegel pinggang lagi..Ngga perlu ngeluarin uang 25ribu lagi dan ngga usah irit makan siang lagi..hehe


3 komentar:

mindaa mengatakan...

hahahaha..
anti-anti..
ada-ada aja..
ckckckck :))

honey mengatakan...

nti.. hahaha.. kenapa nama bibi nyucinya harus disamarin kaya acara investigasi di tv? *lol*

celotehanbiru mengatakan...

1. takut rok saya terkibas angin
2. takut paha saya terlihat orang lain
3. harus duduk menyamping dengan kaki tertutup rapat dan membuat pegeeeeeeeeeeeeeel bagetttt..


hahahahahah
alasan yang menarik :))

Poskan Komentar