Minggu, 12 Juli 2009

Perjalanan yang tiba-tiba.

Kebiasaan buruk ini kambuh lagi sesampainya saya di Bandung. Setiap pagi telat bangun terus!

Tadi malam saya merencanakan agenda untuk hari ini.
Bangun pagi jam setengah 6 lalu solat dan mandi sampai jam 6. Sarapan dgn oatmeal dan susu, beres-beres, jam 6.30 brangkat menuju pool travel. Rencana ini semua GAGAL setelah saya BANGUN KESIANGAN jam 8.30 pagi. Sempat kebingungan. Pesen travel saat itu semua full. Saya mencoba tlp beberapa teman yg berencana ke jakarta juga.

"halo kenapa Nti?"
"oi prib, lo pulang ke jakarta ga?"
"ini gue lg di stasiun mau ke jakarta. Naik parahyangan yg jam 8.45."
"tau ga? Gue parah! Baru bangun, padahal pesen travel yg jam 7 pagi."
"eh dasar kamu mah. Yaudah kesini. naik kereta aja."
"oke. Gue kesana deh"

Bengong dulu sambil mikir 'kalo ga mandi aja,ga mungkin sempet sampe stasiun jam 8.45. Yaudahlah mandi aja dulu.'
Akhirnya saya mandi dan siap-siap sampe jam 8.50. Terus,tlp priba lg.

"halo anti kamu dimana?"
"hehe.masih di kosan. Cepetan ih,keretanya belum berangkat nih."
"kereta setelahnya ada jam berapa?" (menyadari kalo ga mungkin ngejar kereta yg sama dengan priba)
"argogede jam 9.15"
"oke.makasi ya."

Langsung saya meninggalkan kamar saya yg super berantakan seperti kapal pecah tanpa sepatah kata pun terucap. Lah, mau ngomong sama siapa juga? Hahaha

Menuju stasiun dari kosan hanya sekali saja naik angkutan umum dan butuh waktu 20 menit. Alhamdulillah keburu.

Sesampainya di stasiun, saya berlari menuju loket pembelian tiket.
"mba, argogede yg paling cepet mba."
"yg paling cepet parahyangan mba. Ini mau berangkat."
"yaudah oke. Eksekutif parahyangan satu ya."

Dari loket saya berlari menuju kereta parahyangan yg katanya mau berangkat itu.
Di dalam gerbong, saya tlp priba lg.

"halo prib, udah jalan ya?"
"kereta aku belum jalan-jalan nih Nti. Lama banget"
"lah..ini gue lg di gerbong 2 eksekutif parahyangan nih. Satu kereta dong kita."

Hahaha ternyata saya dan priba berada dalam kereta yg sama. Tapi gerbong yg berbeda. Priba gerbong 1, saya gerbong 2.

Beberapa menit berlalu.Keretanya belum berangkat juga! Lama sekali.
"tung! Tung! Tung!",bunya besi dipukulkan ke badan kereta api. Waduh,kenapa ini? Jangan-jangan keretanya rusak. Kalo kenapa-kenapa di jalan gimana?

Gundah dan gelisah, menunggu kereta kapan berangkatnya, ditambah perut yg berteriak meminta makanan membuat saya mati gaya tidak karuan (lebay mode: on). Demi mensiasati mati gaya ini, saya mampir-mampir main ke gerbongnya priba untuk sekedar berbincang.

"prib, laper nih. Kereta masih belum berangkat juga. Apa beli makan dulu ya di hokben?"
"ah jangan ti. Nanti ketinggalan kereta lho. Itu lucu!"
"haha, iya jg ya.", saya mengurungkan niat untuk turun dari kereta dan beli hokben atau dunkin.

Sekembalinya saya di gerbong 2, perut saya lebih berteriak lg. Kali ini mungkin sudah menyanyi-nyanyi lagu heavy rock semacam spultura yang kalau didengar membuat kepala ingin pecah.
Bersabar sampai rumah menahan lapar adalah satu-satunya jalan yg ada. Karena saya takut makan masakan yg dimasak di dalam kereta. Saya berdoa semoga diberikan kesabaran untuk menunggu.
Tiba-tiba...
Pramugari dan pramugara kereta datang menghampiri dengan menyodorkan kotak berisi roti dan air mineral gratis.

Hohoi..lumayan buat ganjel perut sampe rumah.

1 komentar:

celotehanbiru mengatakan...

Kereta Makan is my favorite place :D

Poskan Komentar