Kamis, 24 Desember 2009

I am 20, what next?



Sudah hampir 10 hari saya berusia 20 tahun. Ternyata, berusia 20 tahun bukanlah hal yang mudah untuk saya. Pasti kalian bepikir dan bertanya-tanya, “Apanya yang sulit?”. Okay, saya akan membeberkan semuanya kenapa saya menjadi gelisah dan cemas (jieh bahasanya.. ;))

Saya merasa berusia 20 tahun itu merupakan gerbang dan awal suatu individu di kehidupan yang lebih baik dan lebih dewasa (tentu saja). Dan untuk melakukan perubahan menuju yang lebih baik dan lebih dewasa, saya butuh RESOLUSI. Untuk itu, pada usia 20 tahun ini saya membuat banyak target dan harapan yang harus saya capai sebelum saya menginjakkan kaki pada usia 21 tahun, dari mulai karir, asmara, dan keuangan (lho?? Kok kaya ramalan bintang? Hehe ;)). Hmm.. apa saja itu?? Mari kita simak lebih lanjut…..

1. Karir

Pada usia 20 tahun ini, saya menargetkan untuk menyudahi dan menyelesaikan study S1 saya alias diwisuda.. Hahahaha. Saya berharap sebelum saya berusia 21 tahun, saya sudah menjadi sarjana S1. Yah.. setidaknya dan selambat-lambatnya bulan Oktober 2010 (amin!).

Tidak puas sampai menjadi sarjana S1, saya pun menargetkan diri saya untuk melanjutkan sekolah master saya (hmm..maunya di Eropa.hehe). Dan tentu saja ini tidak saklek harus saat berumur 20 tahun. Karena saya ngga mau dan ngga mampu pergi sekolah ke Eropa dengan dana sendiri, Mau ngga mau (ya mau dong) saya mengajukan beasiswa master. Hehe..gayaaa. Seeperti yang kita tau, proses pengajuan beasiswa hingga ada hasilnya diterima/ngga itu butuh proses dengan waktu yang lama. Mungkin hamper satu tahun lamanya. Hehe.. jadi, saya targetkan ini di usia 21 tahun saja. Dan setidaknya saya harus mencoba-coba begitu banyak program beasiswa pada usia 20 tahun ini.

2. Asmara

Ehm..ehm.. Ini mungkin agak terdengar dan terasa sensitive. Hehe.. It’s about my love life.

Wow.. susahnya mengeluarkan kata-kata dan bingung mulai dari mana. Okay, kita mulai dari “OH MY GOD, I AM STILL SINGLE IN THIS AGE??” haha.. Itulah yang menjadi permasalahan kehidupan cinta saya. Percaya atau tidak (dan banyak orang yang ngga percaya), saya masih sendiri di usia saya yang sudah 20 tahun ini. Bagaiamana tidak? Di keluarga saya, pacaran itu dilarang. Terlebih lagi klo pacarannya ngga serius. Dan alasan yang paling ngga banget adalah, saya masih belum dewasa dan belum lulus kuliah! Hahahaha.

Tanggal 14 Desember 2009 kemarin, sehari sebelum saya berusia 20 tahun, saya mengajak keluarga bernegosiasi mengenai hal ini.

“Aku besok 20 tahun lho.. Boleh ngga punya pacar?”

Dan jawabannya adalah “TIDAK. Fokus aja sama kuliah.”

Okay, itu menyakitkan dan menyedihkan.. Tapi ngga apa-apa. Bukan jadi problem utama. Dengan saya menyelesaikan kuliah saya, saya akan mendapatkan tiket emas untuk legal memiliki pacar. Hahahaha (tertawa puas). Dan jika saya bisa menyelesaikan study saya selambat-lambatnya bulan Oktober, saya masih punya waktu 2 bulan untuk mendapatkan pacar. OKE, deal, saya menargetkan mengubah single menjadi double di usia 20 tahun saya!

3. Keuangan

Keuangan, ini berkaitan dengan bisnis dan investasi. Saya adalah orang yang gemar dengan dunia bisnis. Saya menargetkan saya akan memiliki usaha sendiri (yang mapan dan system yang sudah stabil tentunya) di usia 20 tahun ini. Banyak orang bilang, mulailah mimpi bisnis kamu sedini mungkin. Dan menurut saya 20 tahun adalah usia yang pantas (sudah dewasa dan dapat memegang komitmen).

Untuk investasi, inilah tantangan yang sangat berarti bagi saya. Mengubah kebiasaan saya yang boros menjadi kebiasaan hemat sehingga dapat menabungkan sebagian uang saku setiap bulannya sebagai bentuk investasi. Hmm.. minimal 200-300 ribu sebulan. Dengan begitu, dalam waktu 12 bulan alias setahun, tabungan saya bisa mencapai 2,4-3,6 juta lho.. Hmm.. menggiurkan sekali bukan? Hehehehe. Dan saya harus memulai komitmen saya untuk terbiasa hidup hemat dan memiliki kebiasaan menabung.

RESOLUSI di atas mungkin tidak begitu sulit bagi kalian. Tapi, bagi saya, RESOLUSI ini telah membuat jantung saya berdebar-debar saat jam 12 tengah malam di tanggal 15 Desember 2009 lalu. RESOLUSI ini SERIUS dan HARUS TERCAPAI, karena RESOLUSI ini adalah goal saya, dan seperti permainan sepak bola,

”PEMENANG HARUS BISA MENCETAK GOAL!”